▪ Adab-Adab Bersahabat

وَآدابُ الصُّحبَۃِ الاِيثَارُ بِالمَالِ فَاِنْ لَم يَكُنْ هٰذَا فَبَذْلُ الفَضْلِ مِنَ المَالِ عندَ الحَاجَۃِ، 

   Adab sebagai seorang sahabat ada 10 perkara, yaitu:

1). Mau berkorban dengan hartanya demi sahabatnya, dan apabila ia tidak dapat melakukan hal tersebut, maka setidaknya ia mau memberikan kelebihan hartanya untuk sahabatnya walaupun dirinya sendiri dalam keadaan membutuhkan.

والاِعَانَۃُ بِالنَّفْسِ فی الحَاجَاتِ علی سبيلِ المُبَادَرۃِ مِن غَيرِ اِحْوَاجٍ الی التِمَاسِ،

2). Mau membantu sahabatnya dengan bertindak sendiri disaat sahabatnya membutuhkan bantuan, dan dalam membantu itu dengan cara bersegera memberikan dukungan berupa moril tanpa harus di minta lebih dahulu.

وَكِتْمَانُ السِّرِّ, وَسِتْرُ العُيُوبِ, والسُّكُوتُ عَلٰی تَبْلِيغِ ما يَسُوءُهُ مِن مَذَمّۃِ الناسِ اِيَّاهُ،

3). Menyembunyikan rahasia sahabatnya, menutup aib (kejelekan) sahabatnya, dan diam untuk tidak menyampaikan perkataan orang lain yang mencela sahabatnya.

واِبْلَاغُ ما يَسُرُّهُ مِن ثَنَاءِ النَّاسِ عليهِ وحّسْنُ الاِصغَاءِ عند الحديث وتركُ المُمَارَۃِ فِيهِ،

4). Menyampaikan segala perkataan orang lain yang memuji/menggembirakan pada sahabatnya, memperhatikan/mendengarkan perkataan sahabatnya dengan seksama ketika ia berbicara dan tidak membantahnya.

قال ﷺ اذا احبَّ احدُكُم اَخَاهُ فَلْيُخْبِرهُ.

 Nabi Saw, Bersabda: "Bila seseorang dari kalian mencintai saudaranya, maka berilah kabar yang menggembirakan tentang pujian orang padanya, Karena menyembunyikan tentang itu, adalah murni bentuk kedengkian pada sahabat". (Syarah).

وَانْ يَدْعُوَهُ بِأَحَبِّ اَسْمَاءهِ اليه وان يَثْنٰی عَلَيهِ بِما يُعْرَفُ مِن مَحَاسِنهِ وان يَشْكُرَهُ عَلی صَنِيعِهِ فی حَقِّهِ وان يَذُبَّ عَنهُ فی غَيظِهِ اذا تُعُرِّضَ لِغَرْضِهِ كما يَذُبَّ لِنفسِهِ وان يُنصِحَهُ باللُّطْفِ والتعريضِ اذا احتاجَ اليه،

5). Memanggil dengan nama yang disukai olehnya, dan memuji akan kebaikannya apa adanya, tanpa di buat-buat (itu bila dia orang yang kelihatannya tidak mudah sombong),

  Berterima kasih atas bantuan yang telah di berikan olehnya,

  Membela sahabatnya apabila ada orang lain yang menggunjingnya seperti ia membela dirinya sendiri, memberi nasihat dengan cara yang lembut dan bahasa yang halus apabila ia sedang membutuhkan nasihat tersebut.

وَاَنْ يَعْفُوَ عَنْ زَلَتِهِ وَهَفْوَتِهِ ولَا يَعْتَبَ عَلَيهِ، 

6). Hendaknya kamu memaafkan sahabatmu apabila dia berbuat kesalahan atau khilaf, dan janganlah memarahinya (yakni apabila ia salah dalam tindakannya maka kamu harus menasehatinya dari hati kehati secara halus).

وَاَنْ يَدْعُو لَهُ فی خَلوَتِهِ فِی حَيَاتِهِ وَبَعْدَ مَمَاتِهِ،

7). Hendaknya kamu senantiasa mendo'akan sahabatmu di setiap do'amu saat sahabatmu jauh darimu, baik ia masih hidup atau sudah meninggal.

واَنْ يُحْسِنَ الْوَفَاءَ عَلٰی اَهْلِهِ وَاَقَارِبِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ،

8). Hendaknya Tetap memperbaiki hubungan dengan keluarga sahabatmu dan kerabat-kerabatnya, ketika sahabatmu telah tiada.

وَاَنْ يُوءْثِرَ التَّخْفِيْفَ عَنهُ فَلَا يُكَلِّفُهُ شَيأً مِن حَاجَاتِهِ فَيَرُوحُ سِرُّهُ من مُهِمَّاتِهِ، وان يظْهِرَ الفَرْحَ بِجَمِيعِ ما يَرْ تَاحُ لَهُ مِن مَسَارِهِ والخُزْنَ عَلٰی مَا يَنَالُهُ مِن مَكَارِهِ وَاَنْ يُضْمِرَ فی قَلْبِهِ مِثًلَ مَا يُظْهِرُ فَيَكونُ صَادِقًا فی وَدِّهِ سِرًّا وَعَلَا نِيَّۃً

9). Dan Meringankan beban sahabatnya, bukan membebaninya, dengan berusaha meringankan segala keinginannya, agar dia merasa lega hatinya, jauh dari segala kesulitan yang musti ia hadapi.

  Dan hendaknya kamu tampakkan rasa gembira saat sahabatmu mendapat beberapa kesenangan, dan hendaknya kamu tampakkan rasa sedih dihadapan sahabatmu tatkala dia dalam kesusahan,

  Dan hendaknya apa yang kamu tampakkan melalui raut wajahmu begitu juga apa yang ada dalam hatimu (yakni jangan pura-pura gembira atau pura-pura sedih), karena semua itu menandakan bahwa cintamu pada sahabatmu itu benar-benar lahir batin.

وَاَنْ يَبْدَأَهُ بِالسَّلَامِ عِنْدَ اِقْبَالِهِ وَأَنْ يُوسِعَ لَهُ فِی المَجْلِسِ وَيَخْرُجُ لَهُ مِن مَكَانِهِ وان يَّشِيْعَهُ عِندَ قِيَامِهِ، 

10). Hendaknya saat bertemu sahabatmu, kamu mendahului ucap salam/menyapa dahulu padanya, dan hendaknya memberikan tempat duduk untuknya, atau kamu mengalah berpindah tempat demi dia, dan hendaknya mengiringi ikut berdiri/mengantarkannya ketika ia hendak pergi.

وان يُّصْمِتَ عندَ كَلَامِهِ حتّٰی يَفْرُغَ مِن كَلَامِهِ وَيَتْرُكَ المُدَاخِلَۃَ فی كلامه

  Dan diam mendengarkan perkataannya, saat dia sedang berbicara hingga selesai dari perkataannya, dan tidak memotong pembicaraannya saat dia masih bicara.

(Itulah bila menjadi seorang sahabat, tapi bila sahabatmu memanfaatkan kebaikanmu dan tidak mau berbuat sebaliknya padamu, maka berarti dia bukanlah sahabat yang baik. Dan tak perlu kamu bela-belain).

وعلی الجُمْلَۃِ فَيُعَامِلُهُ بِما يَجِبُ يُعامِلُ بهِ، فمنْ لَا يُحِبُّ لِاَخِيه ما يُحِبُّ لِنَفْسِهِ مِثْلَ ما يُحِبُّ لِنَفِسِه فَاِخْوَاتُهُ نِفَاقٌ وهِیَ عَليه وِبَالٌ فی الدنيَا والآخِرَۃِ

  Dengan demikian kesimpulannya adalah, Hendaklah ia bergaul dengan sahabatnya dengan cara yang ia senangi, persahabatan yang sejati adalah apabila satu sama

saling menjalankan/memenuhi hak-hak dan kewajiban sebagai seorang sahabat, saling menghormati, saling memberi, membantu, dll.

  Maka barang siapa yang tidak mencintai sahabatnya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, maka persahabatan tersebut adalah sebuah kemunafikan, dan persahabatan yang demikan itu hanya akan membawa kepada kebinasaan di dunia dan akhirat.

فهذا آدَابُكَ فِی حَقِّ العَوَامِ المَجْهُولِين وفی حَقِّ الاَصدِقَاء المُوءَخِّيْنَ.

  Maka, hal-hal yang telah kami tuturkan inilah, Adab-Adab yang harus engkau pelihara pada orang yang tidak engkau kenal dan kepada teman yang engkau jadikan sahabat.

Post a Comment